Archive for January, 2006

bgg

Wednesday, January 25th, 2006

tuu kaaan?
jadi serba salah hari ini?? telpon…ngga….telpon…ngga…. ??

pffff..gila..pagi ini bangun jam 8.30!!! eman kamar oka itu biang pemalasan (ceritanya cari pembenaran -red), lewat dah subuh gw!

pusing….bgg=bingung

Monday, January 23rd, 2006

andai saja hati kanan bisa berbicara….BAH !!!!

peri kecil

Monday, January 23rd, 2006

dulu….ketika sedang menikmati indahnya masa kuliah…saya bertemu dengannya…
peri kecil…itulah namanya.. :)

sejenak…pasti yang diinget itu bawelnya, ketawanya, atau tingkahnya yang rameee banget. tapi jangan salah, hijabnya jangan ditanya.. :)

sejak itu, peri kecil…tempat curhat…
peri kecil…tempat cerita keluh kesah hati….
peri kecil…tempat mencari petunjuk hati….
peri kecil…setelah baca buku, diskusi dengan peri kecil….
peri kecil…orang yang bisa mengingatkan saya dengan bahasanya yang saya mengerti…
peri kecil…begitulah namanya ia tulis di phonebook saya..

peri kecil…pernah juga bingung tentang hidupnya…
peri kecil…sering mengajak saya pergi ketika sedang bertikai dengan pangerannya…
peri kecil…marah ketika tidak diajak ke kediri…
peri kecil…orang yang membuat aku mendefinisikan arti seorang ibu muda yang aku inginkan….

peri kecil…saya butuh bantuan…(masih) butuh tausiyahmu….
peri kecil…sampai siang ini aku menelepon ternyata sudah tidak aktif 3 bulan ini…
peri kecil…semoga dirimu bahagia di deutchland dengan keluarga….

——————————————————————————————————————–

dedicated to : sahabat, dan murabbi yang belum tergantikan… Dwi Kartikasari (PN’99)

aduh….aduh….aduh…

Thursday, January 19th, 2006

dasar dokter….

gw : aduh….gw sakit pinggang nih..

temen gw yang dokter (tegadok) : wah..pasti karna kurang minum air

gw : kurang minum air??

tegadok : iya..itu karena gagal ginjal..

tegadok : istilahnya…acute renal failure et cause dehydration…

gw : alah…parah yaa??

tegadok : yaa..itu salah satu penyebabnya aja sih..

…………….

kesimpulan gw : ati-ati…bahwa ternyata salah tidur itu bisa mengakibatkan seorang dokter menganalisa kita kena penyakit aneh-aneh….

…………….

:D

saya belajar menulis..

Friday, January 13th, 2006

2 tulisan ini adalah hasil latihan….semoga cukup bisa dibaca… :)

regards,
-yanglagiblajarnulis-

Perempuan Tanpa Kepala

Thursday, January 12th, 2006

Pretty_lady
Kata
sebagian orang perempuan itu masih ada disana. Terkadang hanya tercium bau
parfumnya. Menyengat, membuat
orang-orang yang mengantre itu celingukan. Dan si penjaga
wartel akan mengangkat telunjuk di depan bibirnya. Mengisyaratkan: tenang, tak
ada apa-apa, dan tak perlu cemas karena hal macam itu sudah biasa. Dan banyak
orang yang bilang bisa melihat sosok perempuan itu duduk seperti sedang
mengantre, sambil sesekali menekan-nekan HP-nya, yang tampaknya tak direspons
seseorang di seberang.

Yasmin
–penggemar komik Jepang yang jadi penjaga wartel- bilang kalau perempuan itu
berkali-kali menelepon ke satu nomor HP dan sebuah nomor telepon permanent.
Fakta yang nantinya, membimbing polisi kepada sosok Rusdi.

 

Perempuan
itu lampai. Rambutnya lurus. Dibelah tengah dan dibiarkan tergerai melalui pipi
mencercah dada. Celana jeans ketat dari jenis halus, dengan hiasan garis merah
berstrip putih di sisi luar. Model hipster dengan sabuk kulit bergesper besar.
Memakai T-shirt gantung dengan jaket. Membawa tas punggung alit dan dengan HP
mungil yang tergenggam di tangan kanan.

 

Ketika
pertama kali masuk ia bertanya, apa bisa menghubungi HP? Yasmin, dengan minat
terpusat pada sebuah komik, tersentak dan mengangguk. –kaget mesti sejak awal
ia disergap bau parfum. Tapi perempuan itu tak langsung masuk bilik bicara. Ia
menghidupkan HP dan menghubungi nomor favoritnya. Sekian detik aktif, kemudian
dimatikan.

 

“Kenapa
selalu non-aktif?” katanya, lebih pada dirinya sendiri. Yasmin tidak bereaksi,
ia memperhatikan komputer dan menebak nomor yang dihubungi. Ia melihat sasaran
kontak itu berganti ke nomor permanen.
Sesaat dari seberang diangkat ada kontak, tapi tidak berlangsung lama. Perempuan itu keluar. Menanyakan biaya, tapi
tak segera membayar karena karena ia menelepon nomor itu lagi dari HP-nya.

 

“Halo?
Selamat siang. Bisa dihubungkan dengan Guna Darma? Apa? Oo… ini dari rekanannya
di CV Sadewa Perkasa. Masalah kontrak sub-tenderlah, Mbak. Bisa?” katanya. Kemudian
sunyi. Lantas ia bergegas menyapa dan kemudian marah karena jawaban atas sapaan
pertama itu diakhiri dengan komunikasi yang putus. Ia menggeram. Pipinya
menggembung karena rahangnya menegang, ia melirik kepada Yasmin. Minta agar
mengontaknya sekali lagi. Tapi kontak itu tak berbalas. “Lelaki itu bajingan!”
sergahnya. Ia balik ke kursi dan mulai menghidupkan HP-nya. Mengirim SMS dan
SMS dan SMS – tidak peduli itu didelay karena HP yang dihibunginya dimatikan.
Kemudian ia bangkit. Bertanya dimana bisa mendapat voucher pulsa tambahan.
Yasmin menunjukkan. Berteriak ketika si perempuan beranjak sambil tak ingat
membayar pulsa pemakaian telepon wartel. Perempuan itu – pinggul dan pantatnya
berisi – menengok dan bilang akan kembali lagi nanti.

 

Yasmin
memaki. Tapi perempuan itu memang kembali lagi. Ia menelepon dari telepon
permanent wartel ke telepon kantor (si perempuan itu mengatakannya begitu
kepada yasmin), berkali-kali. Bahkan Yasmin sendiri yang menelepon dan didikte
untuk berbicara apa ketika berbicara di telepon ketika berhubungan dengan
kantor Guna Darma tersambung. Dipaksa mengaku sebagai rekanan yang butuh tanda
tangan untuk mencairkan cek. Dipaksa mengaku sebagai rekanan yang butuh detail
teknis untuk melancarkan pengajuan proposal. Dan ketika itu juga tak berhasil
maka Yasmin disuruh mengaku sebagai wartawan yang sedang konfirmasi hal skandal
seks Guna Darma.

 

Dengan
gertakan itu, kemudian ada respon. Guna Darma muncul. Ia menyapa – dan telepon
langsung disambar perempuan itu. Dan Yasmin yang sedang menikmati sensasi di
cungkup di ruang kaca sempit dengan si perempuan wangi yang gelisah itu
bergegas mundur. Bahkan beranjak meski masih bisa menangkap teriakan perempuan
itu. Katanya, “Ini aku Nunuk Wulandari. Aku hamil! Dan….”

 

Yasmin
duduk lagi di kursi tunggu. Memperhatikan computer dan mengawasi halaman parkir
yang lengang dan jalanan yang dipenuhi kendaraan yang bergerak lepas di tengah
terik siang hari. Ia menghidupkan radio dan menikmati acara campursari yang
melulu dipenuhi dengan suara pemirsa yang menelepon dan omongannya disiarkan
on-air, lebih lama dari masa putar sebuah lagu.

 

Kemudian
si perempuan itu muncul. Minta rincian pemakaian telepon dan menunggu kumpulan
secarik kertas sambil mengatakan bahwa lelaki hanya bisa merayu dan pingin yang
seenak-enaknya saja, serta baru tahu diri dan mau diajak bicara setelah
diancam. Ia menerima semua rincian yang tidak seberapa itu. Membayarnya dengan
lembaran sepuluhribuan yang masih kaku.

 

Yasmin
menerima dan pelan bergerak menarik laci kas, ketika si perempuan itu
memberikan seluruh uang kembaliannya. Tapi Yasmin tetap melakukan prosedur
resmi sebelum memasukkan uang kembalian ke saku celananya. Tersenyum
mengucapkan terimakasih pada perempuan yang sedang menebalkan rias bibirnya di
cermin kecil. Yang Cuma menggumamkan pengiyaan. Sesaat memiringkan kepalanya, lalu
dengan ringan bertanya : apa Yasmin mau menikahinya bila nanti lelaki itu
menolak mengawininya.

 

Yasmin
tersipu….perempuan itu tertawa….

 

“Aku
punya potret berdua sedang telanjang, bahkan sedang dinaikinya – diambil dengan
ponsel,” katanya setengah mengobral ancaman. “Meski aku tidak akan tega
mempermalukannya. Tahu kenapa? Aku mencintainya. Ia romantis. Bersamanya –
walau Cuma semalam – membuat aku marem, sungguh!!” Yasmin memperhatikan perempuan itu menyandar
dan terpejam. Memperhatikan lehernya yang jenjang dan dadanya yang membulir
bagai papaya sayur dipancung dibuang getahnya.

“Kalau
aku dinikahinya aku akan mengundangmu!” katanya sambil bergerak duduk tegak.
Mengambil rokok dari tas, menawari Yasmin, dan menyulutnya sebatang. Bangkit.
Hilir-mudik. Kemudian memasukkan rokok dan geretan yang terletak di meja ketika
sebuah mobil kijang mendekat dan parkir di halaman, tanpa mematikan mesinnya.
Sebuah kepala melongok keluar. Berteriak memanggil si perempuan – Yasmin ingat
nama perempuan itu seperti ingatan akan bau parfum atau rokoknya.

 

Perempuan
itu pamit kepada Yasmin. Bergegas menaiki pintu sisi kiri mobil yang dibuka si
lelaki dari sisi mengemudi. Kemudian pintu ditarik menutup nyaris sekian detik
setelah mobil menggelundung menuju tepi jalan – dan masuk kea rah timur tanpa
menyeberang, Yasmin melupakannya ketika radio kecilnya melantunkan lagu lama
Didi Kempot, sekonyong-konyong koder. Kembali kepada buku komik jepang
kesukaannya. Masuk pada tugas dinasnya yang menjemukan menunggu
orang bicara tanpa tahu berbicara kepada siapa dan
tentang apa. Tapi ia memang dibayar untuk itu.

 

Dan
kata banyak orang perempuan itu masih ada disana. Terkadang bau parfumnya
muncul menyengat, terkadang hanya aroma tipis asap rokok – dan banyak yang
bersaksi pernah melihatnya muncul, hilir mudik gelisah, atau duduk memainkan
HP. Dan hari itu Yasmin berdinas sampai nyaris di tengah malam. Pulang
digantikan temannya dan besoknya ia
masuk dan berdinas mulai tengah hari.

Motherbird

Dan
pada siang itulah ia membaca kisah penemuan mayat dimutilasi di Koran. Dua
tungkai, dua tangan dan torso tubuh diketemukan – tetapi kepalanya hilang. Ia
mendadak merasakan kehadiran perempuan itu di ruang wartel yang sepi. Bau
parfumnya menyengat. Ia menengadah memperhatikan si perempuan itu mondar-mandir.
Menatap dan berbalik untuk lenyap ditelan dinding. Yasmin terkesiap.

 

Dan
pelan-pelan merasa akrab dengan rincian pakaian si korban di Koran. Ia menutup
wartel dan pergi ke RSU – 5km di timur kota
. Memeriksa sosok korban, menyatakan bisa
mengenalinya, dan kemudian melapor kepada polisi. Polisi itu membawanya ke
wartel. Memeriksa rincian computer. Lantas mengajaknya pergi ke kantor dan
rumah Guna Darma. Penangkapan dilakukan. Interogasi dikerjakan. Dan proses
verbal pun dilakukan. Dan kata banyak orang, perempuan itu masih suka muncul
disana……..

Jangan Menjadi Ibu Rumah Tangga

Thursday, January 12th, 2006

 

”Melanjutkan
sekolah S2 dan selanjutnya meniti karier menjadi seorang engineer
professional”, jawab temanku seorang mahasiswi dari jurusan teknik sebuah
perguruan tinggi top di Bandung. ”Kalau gue sih mau langsung kerja aja lah
dikantor, males gw kalau harus sekolah lagi, lagian juga udah cukup koq pola
pikir yang gue dapet di bangku kuliah sebagai bekal gue untuk berkarir, jadi
langsung meniti karir aja lah.”
Jawab mahasiswi
yang lain.

 

Iocast

”Terus jika
kalian sibuk meniti karier kalian, gimana dong nasib anak-anak dan suami kalian
kelak?” tanyaku. ”Kalau maksud mas bahwa seorang wanita harus menjadi ibu rumah
tangga dan hanya mengurus suami dan anak-anak, wah sekarangkan jaman sudah
berubah mas, sekarang kita cewek-cewek sudah punya posisi dan kesempatan yang
sejajar dengan kaum pria untuk berkarya dan mengaktualisasikan diri dan urusan
keluarga tidak menjadi hambatan dong dalam berkarier, kan bisa pakai pembantu
untuk urusan rumah. Anak? Yah tinggal diatur aja deh waktunya, jadi semua
kebagian antara keluarga dan karier, sudah cape-cape kuliah dan punya kapasitas
serta kesempatan lebih, sayangkan mas kalau tidak diberdayakan.”

 

Demikianlah,
gambaran umum masa depan pilihan para mahasiswi dari kota-kota besar dan
berpendidikan tinggi. Feminisme, kebebasan kaum perempuan, aktualisasi diri,
kesejajaran kesempatan dan hak dengan kaum laki-laki, ”smart women” telah
membuat wanita-wanita tersebut lebih memilih menjadi seorang wanita karier dari
pada menjadi seorang ibu rumah tangga.

 

Namun benarkah
dengan menjadi ibu rumah tangga maka seorang wanita akan terkekang hak-haknya,
tidak dapat mengaktualisasikan dirinya, tertindas oleh kaum lelaki, menjadi
mandul pola fikirnya? Dan dengan menjadi seorang wanita karier maka akan
terpenuhi keinginan ”idealis” tersebut, benarkah?……..

 

Wanita lebih
rendah daripada seorang laki-laki adalah sebuah paradigma dalam masyarakat.
Dimanapun seorang wanita menempatkan diri baik sebagai seorang ibu rumah tangga
ataupun wanita karier, maka paradigma tersebut pun dapat bekerja pada situasi
keduanya, dan paradigma ini sangat lekat di dalam masyarakat kita.

 

Laki-laki dan
wanita diciptakan sejajar, sama penting, unik (berbeda dgn ciri khasnya
masing-masing), dan saling melengkapi, seperti siang dan malam. Tanpa siang,
bagaimana mungkin proses fotosintesa dapat belangsung, lantas bagaimana jadinya
dunia tanpa tumbuhan?. Tanpa malam bagaimana mungkin ikan-ikan dilautan dapat
makan? Bagaimana jadinya dunia tanpa ikan? Karena saat malamlah saat dimana
temperatur menjadi cukup rendah dan sangat cocok bagi zooplankton untuk dapat
naik ke daerah pemukaan air, dan mencari makan, dan zooplankton inilah yang
menjadi santapan ikan sehingga ikan-ikan dapat hidup. Siang dan malam, memang
berbeda tetapi saling melengkapi bukan?

 

Seorang laki-laki
yang tidak peduli akan kehadiran seorang wanita, apakah dia lupa kalau dia
dilahirkan dari janin ibunya yang merupakan seorang wanita? Jika ia mengaku
tidak membutuhkan seorang wanita, maka hasrat seksual, cinta dan spiritualnya
mau dilabuhkan kepada siapa? J
ika ia memilih untuk hanya mencintai Tuhannya saja ,
lho katanya cinta, koq bisa-bisanya menghindar dari anugrah-Nya yang teramat
besar dan indah, istri dan anak-anak.

 

Jadi jelaslah
bahwa wanita dan pria memang sejajar, sama penting, unik (berbeda dgn ciri
khasnya masing-masing), dan saling melengkapi. Dan subordinasi seorang wanita hanyalah sebuah paradigma bukan sebuah
pilihan.

 

Pregnant_womanAda sebuah
pertanyaan unik yang terdapat pada sebuah buku yang mengupas tentang ibu dan
anak, ”ngapain sih punya anak? mengandungnya saja sudah repot, melahirkannya apa
lagi. Ketika bayi bikin tidur orang tuanya tidak nyenyak, saat balita bikin
ribut dan berantakan seisi rumah, besar sedikit sibuk pacaran dan jadi suka
membantah, setelah kuliah jadi demonstrans sudah itu lama lagi lulusnya, setelah
lulus bingung cari kerja (hei..hei… is that you ?
J), setelah berkeluaraga dan mau ngantor bingung anaknya mau dititipkan kepada siapa. Lantas kenapa
sih mau punya anak??

 

Konon menurut
orang-orang bijak, ada sejenis cinta yang disebut cinta altruistik. Uniknya
cinta jenis ini hadir dalam wujud kenikmatan dalam memberi. Pamrihnya bukan
material melainkan sebuah kondisi intuitif yang suci, kudus dan dalam. Dimana
pada saat itu ia dapat hadir sebagai sosok yang tidak hanya bermaka, tetapi
juga unik dan seakan ada perasaan yang menyatakan kepadanya bahwa cintanya
tidak lenyap tersapu angin.

 

Cinta seperti
inilah yang membuat seseorang ibu sangat ingin barang kesayangannya diminta
oleh putrinya, ia akan dengan sabar menyimpan dan merawat barang tersebut
selama bertahun-tahun hanya untuk sekedar mendengar putrinya kelak akan meminta
barang tersebut, aneh ya?  Sangat
intuitif dan dan ikhlas.

 

Mother_childKepadaku yang
sudah mahasiswa, ibu kerap, dengan nada keibuannya yang lembut ”nak, kamu mau
bawa makanan apa aja pulang ke bandung? nih rotimu, nih air minumnya, thermosnya
jangan lupa dibawa ya, mau bawa rendang nak? kuenya juga ya? nasi? Nak, jaketmu
udahkan?, baju? Nak, makanmu dikostan gimana? Nak, diminum dulu susunya, baru
nanti berangkat ya, jangan sampai nggak diminum ya” , sesaat aku akan berangkat
ke bandung untuk kembali kuliah di kampus setelah weekend barang 1-2 hari dirumah. Kalau difikir-fikir, tidakkah
kalimat-kalimat tersebut tidak dewasa dan mendewasakan? Seorang mahasiswa bukan
lagi anak TK atau SD kelas 3, yang mau sebegitu repot-nya bawa ini-itu
”sepasar” dan harus diingatkan berulang-ulang dan selalu untuk minum susu
buatan ibunda tersayang, tidakkah bisa buat susu sendiri? Makanku dikost-an?
Yah gampanglah tinggal menclok ke kantin asrama, makan, bayar, udah gk ada yang
repot kan? Nasi? Walah segala nasi harus dibawa-bawa? Koq yo harus repot-repot
bawa nasi? Koq mau-maunya sih ibu repot menyiapkan segalanya Ck..ck..ck…(sambil
geleng-geleng sirah… i love u mom!!!
J ).

 

Tapi begitulah intuisi,
perasaan, kangen dan khawatir, peduli, dst-nya  seorang ibu kepada anaknya, seperti tidak pernah dewasa. Bahkan kelak
ketika anak tersebut telah berkeluarga sekalipun, pertanyaan-pertanyaan
intuitif tersebut 1-2 kali pasti akan muncul pada situasi-situasi yang hampir
mirip, aku yakin! Sebuah ketidakdewasaan yang menguatkan, meneguhkan, indah,
tulus, suci, hangat.

 

12Wanita adalah
mahkluk intuitif, penyabar, pecinta, penyayang, pemaaf, lembut, manja, tulus,
teguh da peneguh, kuat dan penguat, perindu, rapuh, indah dan gemulai, hangat,
pemberi, perasa dan lemah. Adakah yang salah jika sifat-sifat tersebut kita
attributkan pada seorang wanita? Tidakkah sifat-sifat tersebut hadir dalam sosok seorang ibu ?


Anak-anak
terutama balita membutuhkan pengalaman yang merangsang pancaindera. Namun,
indera mereka perlu dilindungi dari rangsangan yang berlebihan dan tidak tepat karena
anak-anak itu ibarat sepon, mereka menyerap apa saja yang dilihat, didengar,
dicium, dirasakan, dan disentuh dari lingkungan mereka. Kemampuan otak mereka
untuk memilah atau menyaring pengalaman rasa yang tidak menyenangkan dan
berbahaya belum berkembang.

 

Tahukah anda
bahwa seorang anak yang berusia dibawah 5 tahun sangat tidak dianjurkan untuk
menonton televisi, karena pada saat ini merupakan periode di mana miliaran sel
glial terus bertambah untuk memupuk neuron. Sel-sel syaraf ini dapat membentuk
ribuan sambungan antarneuron yang disebut dendrite yang mirip sarang laba-laba.
Pada usia ini otak mereka memang punya kemampuan besar untuk menyusun ribuan
sambungan antarneuron bahkan 5-7 kali lebih cepat dari pada orang dewasa, dan
menonton televisi dapat mengacaukan proses pembentukan sambungan antar neuron
tersebut. Sehingga seorang anak dapat menjadi tidak lagi kreatif dan cendeung
melakukan tindakan-tindakan yang monoton juga tidak bisa berkonsentrasi dalam
melakukan pekerjaan.

 

Pernahkah
memperhatikan seorang anak yang bermain datas sebuah mainan yang bergerak maju
mundur kiri-kanan secara monoton di sebuah pusat perbelanjaan? tidakkah gerakan
kiri-kanan atau maju-mundur itu terlalu miskin? berkembangkah otak mereka
bermain diatas kuda-kudaan, atau gajah-gajahan tersebut? jawabnya jelas tidak,
karena hanya otak primitif mereka (yang mengatur gerak-gerak) saja yang
terstimulus sedang otak fikir mereka tidak.

 

Bandingkan
dengan ketika si anak belajar merapihkan rumah dan berkebun bersama ibunya. Tidakkah
si anak lebih terpenuhi hasratnya untuk bereksplosai terhadap lingkungan
sekitarnya (eksplorasi adalah sifat dasar dari anak-anak yang mencerminkan
proses berkembangnya otak mereka), ketika ia bertemu dengan hewan-hewan kebun seperti
ulat, ayam, cacing dengan ktivitasnya, pasti akan banyak pertanyaan dan tingkah
polah si anak yang lebih menarik untuk diperhatikan daripada naik kuda-kudaan
palsu di pusat perbelanjaan. Murah, kreatif, dan mengajarkan moral kepada sang
anak.

 

Begitu banyak
sisi mendidik anak, sejak mereka balita, ketika mereka menginjak remaja, mereka
akan dihadapkan kepada banyak pilihan, yang kalau salah dalam memilih malah
akan menjerumuskan mereka. Dapatkah proses ini berjalan dengan sempurna tanpa
campur tangan yang dalam dari seorang ibu? Dapatkah dialihtanggungjawabkan
kepada seorang pembantu atau playgroup? tidakkah ada keindahan yang terlewatkan?
dapatkah proses berfikir dalam mendidik anak-anak di pertimbangkan sebagai
sebuah proses yang hanya menuntut pendidikan yang rendah dari seorang ibu?

 

Motherchild800

Karier sebagai
ibu rumah tangga menuntut pendidikan yang sama atau malah lebih dibanding dengan
karier apapun di luar ruamah. Karier yang sangat kompleks dan mulia ini
bersangkutan dengan tugas merawat , manusia anak-anak, muda dan tua, dan inilah
pekerjaan yang tersulit didunia. Dan itu semua..hanya bisa dilakukan oleh
seorang wanita…….

Selamat Tahun Baru

Sunday, January 1st, 2006

:)

Selamat Tahun Baru semuanya..

waktu jalannya gak akan mundur, dan umur ternyata semakin berkurang kan? :) tahun baru ini buat gw sendiri..rasanya memang beda dari tahun-tahun sebelumnya.. kejadian unik tersendiri, klo ada yang ngabisin new years-eve’nya jalan bareng sama sang kekasih, atau ada yang sekedar jalan-jalan keluar ke tempat nongkrong sembari dengerin musik, atau bahkan ada yang ngelewatin malam tahun baru dengan mabit di masjid-masjid sembari bertausiyah.. wahh.. semuanya selamat yaa..

malem tahun baru gw….dilewatkan dengan tidur.. :P hehehe.

soalnya gini, kmarin itu setelah sampe sini (bdg) persis, kangen sama ciwidey..

setelah seharian nongkrong disana, alhasil sampe bdg malem..cape..langsung tewass.. :P padahal ada anak-anak disebelah gw yang dah berusaha buat bangunin, tapi dasar gw-nya aja yang cuek beybeh.

temengwygbaikhati : "di…bangun..selamat tahun baruu…"

temengwygbaikhati2 : "horeeee…."

gw+ingusmelermeler : "haaaa.?? iya..iya….hhuuuuuaaammmhh "

[not finished]