peri kecil
dulu….ketika sedang menikmati indahnya masa kuliah…saya bertemu dengannya…
peri kecil…itulah namanya..
sejenak…pasti yang diinget itu bawelnya, ketawanya, atau tingkahnya yang rameee banget. tapi jangan salah, hijabnya jangan ditanya..
sejak itu, peri kecil…tempat curhat…
peri kecil…tempat cerita keluh kesah hati….
peri kecil…tempat mencari petunjuk hati….
peri kecil…setelah baca buku, diskusi dengan peri kecil….
peri kecil…orang yang bisa mengingatkan saya dengan bahasanya yang saya mengerti…
peri kecil…begitulah namanya ia tulis di phonebook saya..
peri kecil…pernah juga bingung tentang hidupnya…
peri kecil…sering mengajak saya pergi ketika sedang bertikai dengan pangerannya…
peri kecil…marah ketika tidak diajak ke kediri…
peri kecil…orang yang membuat aku mendefinisikan arti seorang ibu muda yang aku inginkan….
peri kecil…saya butuh bantuan…(masih) butuh tausiyahmu….
peri kecil…sampai siang ini aku menelepon ternyata sudah tidak aktif 3 bulan ini…
peri kecil…semoga dirimu bahagia di deutchland dengan keluarga….
——————————————————————————————————————–
dedicated to : sahabat, dan murabbi yang belum tergantikan… Dwi Kartikasari (PN’99)