Archive for March, 2007

it’s a miracle….

Thursday, March 29th, 2007

sekitar 2 hari yang lalu, pak mul masuk ke ruangan gw… otomatis gw yang lagi ngobrol sama mia and pak zahri. langsung berhenti ngobrol and menyilahkan dia masuk.

gw seperti biasa menyambut pak mul dengan senyum lebar.. (it’s gonna be a great news!)… "Gimana Pak Mul? sehat?"..sembari mengulurkan tangan. Pak Mul yang sedari tadi masuk tidak menunjukkan wajah yang gembira menyambut uluran tangan gw juga dengan dinginnya sembari menjawab. "Alhamdulilah Pak, saya permisi mao ngabari.. klo anak saya sudah meninggal Pak". DEZZIIGG…. seketika juga senyum yang tadi menghias muka gw lansung hilang.

"Eh..aduh Pak, gimana ceritanya?" gw dengan tergesa langsung menggeletakkan pulpen yang sedari tadi bermain dengan lincahnya diantara jari-jari.

"Jadi gini Pak,…………." (almost sekitar setengah jam Pak Mul bercerita tentang kematian anaknya, dengan tatapan mata yang setengah kosong).

inti kronologis :

- air ketuban pecah di rumah
- dibawa ke bidan, kata bidan suruh tunggu 6 jam dulu… (lupa entah karena apa gw), dan si istri dikasih obat-obatan.
- 7 jam kemudian, merasa ada yang ga beres, Pak Mul akhirnya membawa istrinya kembali ke bidan.
- bidan memeriksa dan menyarankan untuk si pasien dibawa ke rumahsakit.
- Rumah Sakit  pertama yang dituju adalah RSIA HERMINA yang ada di yasmin (klo orang bogor pasti tau).

050608_rs_hemina02

- pihak RS mendiagnosis si ibu harus dioperasi dengan biaya mencapai 24 juta. (WOW!!!)
- akhirnya dibawa ke RS PMI Bogor, juga didiagnosis harus dioperasi dengan biaya sekitar 6 juta. (masih… WOW!!!)

Gedung2

- ketika lahir, si anak sudah dalam keadaan tak bernyawa. (karena paru-parunya basah oleh air ketuban, -banjir?-)
- lahirnya si anak juga ternyata laki-laki, dengan kemaluan yang telah tersunat?

aniway, Pak Mul itu adalah seorang supir. setiap hari dia adalah orang yang  ditugaskan untuk mengambil gas dari BSD filling plant ke Bogor. juga kadang klo gw terpaksa ngisi gas ke eramina, dia adalah orang yang gw percaya untuk bawa mobil dan uangnya.

usianya 30an. istri satu, anak dua (dua-duanya perempuan). sebenernya Pak Mul ini bukan orang yang gabung ke mygas dari awal. gw inget banget, pas pertama kali Pak Mul ngadep gw, dan gw wawancara bentar, gw bisa liat perjuangan seorang suami sekaligus ayah yang baru aja kehilangan pekerjaannya sebagai seorang supir pribadi ekspatriat (konon, dia cerita kalau sebenernya oleh bos-nya yang dulu dia diajak ke vietnam, tapi karena istrinya gak setuju..akhirnya dia memilih untuk tidak mengikuti ajakan boss-nya yang dipindah tugas kesana).

yang gw inget juga, pertama kali itu dia bener-bener membutuhkan pekerjaan sampai berujar "Pak, saya kerja apa aja mau deh Pak. Kuli Bangunan saya juga sanggup Pak. saya sudah menganggur satu bulan dan butuh kerja untuk kasih makan anak-istri saya Pak". Di saat pertama kali itu juga, gw dengan sangat menyesal menolaknya karena memang belum ada pekerjaan yang lowong saat itu. Tapi tutur kata yang halus, prilaku yang sopan, dan ketulusan alasan yang dia ceritain ke gw saat itulah yang selalu gw inget.

3 bulan berikutnya barulah gw panggil lagi Pak Mul, dan menawarinya pekerjaan sesuai keahliannya. Supir. :) ah…ternyata memang Pak Mul dedikasinya tinggi.

250pxdynawu340lt

====== kembali ke almarhumah anaknya….

aniway, yang pingin gw cerita adalah. betapapun setelah itu Pak Mul bercerita tentang betapa sedihnya dia kehilangan seorang anak laki-laki, betapa sedih istrinya di rumahnya yang masih shock sampai sekarang. tetap dia mengucapkan kata SYUKUR ALHAMDULILLAH!!!…amazing me!

betapa Pak Mul masih bersyukur keanehan-keanehan yang terjadi ketika dia mengurus JPS di Rumah Sakit (orang lain -katanya- bisa butuh berhari-hari bahkan berminggu-minggu, tetapi dia hanya butuh satu minggu).

atau ketika dia hendak melunasi pembayaran yang kurang, sebesar  Rp.215.000,-  beranjak dari loket  hanya  3 menit (untuk mengobrol dengan adiknya, masalah uang), lalu tiba-tiba ketika kembali ke loket dinyatakan sudah lunas????

dan yang paling membuat gw tertegun adalah, seketika itu dia kehilangan anaknya, tapi sorot mata itu tak berubah….masih seperti pertama kali Pak Mul yang gw kenal.. IKHLAS…dan penuh RASA SYUKUR……

it’s a miracle…how a man still have their gratefull sense in disaster…

dedicated to Mulyadi (gw tau dia ga akan pernah baca posting gw ini, tapi semoga kisahnya bisa jadi inspirasi hidup -minimal buat gw-)
Mulyadi

*true story*… my office, bogor. 7.26AM.