Segenggam Gundah ( untuk Para Ayah)

February 21st, 2008 by ckaldera

"Genggamlah
gundahmu dengan senyum karena Allah suka terhadap orang-orang yang
tersenyum dan ringan melangkah di balik semua keluh dan gundahnya.
Semoga".

 

Subuh
tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah saya dan melihat
seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah.

 

"Yah,
beras sudah habis loh…," ujar isterinya. Suaminya hanya tersenyum dan
bersiap melangkah, namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya
dari dalam rumah, "Ayah, besok Agus harus bayar uang praktek."

 


"Iya…," jawab sang Ayah. Getir terdengar di telinga saya, apalah lagi
bagi lelaki itu, saya bisa menduga langkahnya semakin berat.

Ngomong-ngomong,
saya jadi ingat pesan anak saya semalam, "Besok beliin lengkeng ya" dan
saya hanya menjawabnya dengan "Insya Allah"
 

sambil berharap anak saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini tak berjinjing buah kesukaannya itu.

 


Di kantor, seorang teman menerima SMS nyasar, "Jangan lupa, pulang
beliin susu Nadia ya". Kontan saja SMS itu membuat teman saya bingung
dan sedikit berkelakar, "Ini, anak siapa minta susunya ke siapa". Saya
pun sempat berpikir, mungkin jika SMS itu benar-benar sampai ke nomor
sang Ayah, tambah satu gundah lagi yang bersemayam. Kalau tersedia
cukup uang di kantong, tidaklah masalah. Bagaimana jika sebaliknya?

 

Banyak
para Ayah setiap pagi membawa serta gundah mereka, mengiringi setiap
langkah hingga ke kantor. Keluhan isteri semalam tentang uang belanja
yang sudah habis, bayaran sekolah anak yang tertunggak sejak bulan
lalu, susu si kecil yang tersisa di sendok terakhir, bayar tagihan
listrik, hutang di warung tetangga yang mulai sering mengganggu tidur,
dan segunung gundah lain yang kerap membuatnya terlamun.

 

Tidak
sedikit Ayah yang tangguh yang ingin membuat isterinya tersenyum,
meyakinkan anak-anaknya tenang dengan satu kalimat, "Iya, nanti semua
Ayah bereskan," meski dadanya bergemuruh kencang dan otaknya berputar
mencari jalan untuk janjinya membereskan semua gundah yang ia genggam.

 

Maka
sejarah pun berlangsung, banyak para Ayah yang berakhir di tali
gantungan tak kuat menahan beban ekonomi yang semakin menjerat cekat
lehernya. Baginya, tali gantungan tak bedanya dengan jeratan hutang dan
rengekan keluarga yang tak pernah bisa ia sanggupi. Sama-sama menjerat,
bedanya, tali gantungan menjerat lebih cepat dan tidak perlahan-lahan.

 

Tidak
sedikit para Ayah yang membiarkan tangannya berlumuran darah sambil
menggenggam sebilah pisau mengorbankan hak orang lain demi menuntaskan
gundahnya. Walau akhirnya ia pun harus berakhir di dalam penjara. Yang
pasti, tak henti tangis bayi di rumahnya, karena susu yang dijanjikan
sang Ayah tak pernah terbeli.

 

Tak
jarang para Ayah yang terpaksa menggadaikan keimanannya, menipu rekan
sekantor, mendustai atasan dengan memanipulasi angka-angka, atau
berbuat curang di balik meja teman sekerja. Isteri dan anak-anaknya tak
pernah tahu dan tak pernah bertanya dari mana uang yang didapat sang
Ayah. Halalkah? Karena yang penting teredam sudah gundah hari itu.

 

Teramat banyak para isteri dan anak-anak yang setia menunggu kepulangan Ayahnya, hingga larut yang ditunggu tak juga kembali.

 

Sementara
jauh disana, lelaki yang isteri dan anak-anaknya setia menunggu itu
telah babak belur tak berkutik, hancur meregang nyawa, menahan
sisa-sisa nafas terakhir setelah dihajar massa yang geram oleh aksi
pencopetan yang dilakukannya. Sekali lagi, ada yang rela menanggung
resiko ini demi segenggam gundah yang mesti ia tuntaskan.

 

Sungguh,
di antara sekian banyak Ayah itu, saya teramat salut dengan sebagian
Ayah lain yang tetap sabar menggenggam gundahnya, membawanya kembali ke
rumah, menyertakannya dalam mimpi, mengadukannya dalam setiap sujud
panjangnya di pertengahan malam, hingga membawanya kembali bersama
pagi. Berharap ada rezeki yang Allah berikan hari itu, agar tuntas satu
persatu gundah yang masih ia genggam. Ayah yang ini, masih percaya
bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya berada dalam kekufuran akibat
gundah-gundah yang tak pernah usai.

 

Para
Ayah ini, yang akan menyelesaikan semua gundahnya tanpa harus
menciptakan gundah baru bagi keluarganya. Karena ia takkan menuntaskan
gundahnya dengan tali gantungan, atau dengan tangan berlumur darah,
atau berakhir di balik jeruji pengap, atau bahkan membiarkan seseorang
tak dikenal membawa kabar buruk tentang dirinya yang hangus dibakar
massa setelah tertangkap basah mencopet.

 

Dan
saya, sebagai Ayah, akan tetap menggenggam gundah saya dengan senyum.
Saya yakin, Allah suka terhadap orang-orang yang tersenyum dan ringan
melangkah di balik semua keluh dan gundahnya. Semoga.

 

—————————————————————-

 

Sumber: Segenggam Gundah ( untuk Para Ayah) oleh Bayu Gautama

Projek07

September 3rd, 2007 by ckaldera

Kenapa Projek07 ?

gw lagi ada di Buenos Aires, and mo coba posting hal-hal yang menarik satu artikel per hari. Tapi posting-nya mungkin ga tiap hari ya??? #nawar#

hehehhee…

my lesson…

June 11th, 2007 by ckaldera

JANGAN PERNAH MENILAI SESEORANG DARI KULITNYA……..

Aku Menangis Untuk Sahabatku Malam Ini…

May 2nd, 2007 by ckaldera

Sebetulnya gw mo nulis ini sekitar weekend yang lalu. Gw sama sahabat gw yang satu ini pergi mengunjungi ‘camer’-nya yang ada di Sukabumi.

Gw seakan melihat cerminan gw beberapa bulan yang lalu saat itu.
Gw tau banget rasanya teman… dan itu …… indaaaaaaaahhhh…rasanya. :)

Malem itu, saya menangis untuk temanku.
Malem itu, saya menangis untuk kebahagiaan temanku.

Teman : ‘Di….aduh, gw ga tau gimana ngungkapinnya, tapi saat ini.. gw serasa
              kayak anak kecil, yang baru jadi laki-laki’
Me       :… :) *senyum*
Teman : ‘Gw ngerasa bersalah dengan apa yang gw lakuin tadi, lebih karena gw ga 
              gitu ngobrol sama orangtuanya, atau karena gw pegang tangannya’

Me       : … :) *senyum*
Teman : ‘Tapi Di, denger cerita lu tadi, gw semakin yakin..dan ngerasa bahwa
             memang dia orangnya di….pffff…. ga tau deh di, gw dah capekk. Gw
             pingin bahagia, dan gw ga tau gimana caranya di… hampa aja rasanya.’

Me      : ….teman, Gw.. Bajingan………………………..
            so please….klo lu yakin, gw dukung. Gw bisa bantu apa aja..

Malem itu….Saya menangis untuk kebahagiaan temanku…..
Malem itu….Saya berdoa, semoga saya bisa merasakan kebahagiaan itu lagi….

BAH!!!….

April 27th, 2007 by ckaldera

Disaat semuanya tinggal sedikit lagi..

Baru sekali ini akhirnya gw mo ngomong ini setelah sekian lama…

FUCK YOU ARGENTINIAN !!!!

can you do business or not? BAH..!!!

man to man talks…

April 4th, 2007 by ckaldera

sebenernya, tumben-tumbenan juga gw ngobrol sama ashari di chat, biasanya sih setelah sekian lama…kami ketemu and cerita panjang lebar. :)

semula sekitar beberapa hari yang lalu gw dapet undangan dari atis untuk dateng ke acara syukuran pernikahannya sama bayu, yg kebetulan juga blum sempet gw datengin. Quite fun! :) bisa ketemu ngobrol sama anak2 KK emang menyenangkan. Selamat yaa buat kalian berdua… :)

anyhow…
barusan chat sama ashari,

<deleted>……….
allow_ei: loe ga mau nyoba lagi?
allow_ei: orang kan berubah DI…
adi_top: gw dah nunggu satu tahun ri..
allow_ei: gw jg dah nungguin dia lebih dr satu tahun..
allow_ei: tp gw msh yakin klo dia yg trbaik…
allow_ei: entah bner atw tdk..
allow_ei: tp dia lm-klamaan brubah..
allow_ei: smkn baik k gw…
allow_ei: bkannya lu prnah bilang…
allow_ei: kita harus seprti air mengalir??
……..
*gluk*….. waduh… gw dulu ngomong apa yaa???

adi_top: :) *smile*
allow_ei: yah bnrannya gw jg ga tau..
allow_ei: apa dia bener2 jodoh gw..
allow_ei: tp mnusia kan cm bs berusha Di..
allow_ei: saat ini gw jg cm bs mencintai dia..
allow_ei: tanpa menuntut balasan yg macam-macam dr dia…
adi_top:   :) *smile*

allow_ei: siapapun nanti..
allow_ei: yg bakal jd pilihan loe di…
adi_top:  :) *smile*
allow_ei: cintai dia tulus…dan ga usah berusaha mengerti dia..
allow_ei: kita para cowok memang diciptakan untuk mencinta..
allow_ei: dan bercinta…hahahaha…

<deleted>……

jadi…gitu ri? guys are made to love and make love?? bwahahaha… mengerikan sekali jadinya??

it’s a miracle….

March 29th, 2007 by ckaldera

sekitar 2 hari yang lalu, pak mul masuk ke ruangan gw… otomatis gw yang lagi ngobrol sama mia and pak zahri. langsung berhenti ngobrol and menyilahkan dia masuk.

gw seperti biasa menyambut pak mul dengan senyum lebar.. (it’s gonna be a great news!)… "Gimana Pak Mul? sehat?"..sembari mengulurkan tangan. Pak Mul yang sedari tadi masuk tidak menunjukkan wajah yang gembira menyambut uluran tangan gw juga dengan dinginnya sembari menjawab. "Alhamdulilah Pak, saya permisi mao ngabari.. klo anak saya sudah meninggal Pak". DEZZIIGG…. seketika juga senyum yang tadi menghias muka gw lansung hilang.

"Eh..aduh Pak, gimana ceritanya?" gw dengan tergesa langsung menggeletakkan pulpen yang sedari tadi bermain dengan lincahnya diantara jari-jari.

"Jadi gini Pak,…………." (almost sekitar setengah jam Pak Mul bercerita tentang kematian anaknya, dengan tatapan mata yang setengah kosong).

inti kronologis :

- air ketuban pecah di rumah
- dibawa ke bidan, kata bidan suruh tunggu 6 jam dulu… (lupa entah karena apa gw), dan si istri dikasih obat-obatan.
- 7 jam kemudian, merasa ada yang ga beres, Pak Mul akhirnya membawa istrinya kembali ke bidan.
- bidan memeriksa dan menyarankan untuk si pasien dibawa ke rumahsakit.
- Rumah Sakit  pertama yang dituju adalah RSIA HERMINA yang ada di yasmin (klo orang bogor pasti tau).

050608_rs_hemina02

- pihak RS mendiagnosis si ibu harus dioperasi dengan biaya mencapai 24 juta. (WOW!!!)
- akhirnya dibawa ke RS PMI Bogor, juga didiagnosis harus dioperasi dengan biaya sekitar 6 juta. (masih… WOW!!!)

Gedung2

- ketika lahir, si anak sudah dalam keadaan tak bernyawa. (karena paru-parunya basah oleh air ketuban, -banjir?-)
- lahirnya si anak juga ternyata laki-laki, dengan kemaluan yang telah tersunat?

aniway, Pak Mul itu adalah seorang supir. setiap hari dia adalah orang yang  ditugaskan untuk mengambil gas dari BSD filling plant ke Bogor. juga kadang klo gw terpaksa ngisi gas ke eramina, dia adalah orang yang gw percaya untuk bawa mobil dan uangnya.

usianya 30an. istri satu, anak dua (dua-duanya perempuan). sebenernya Pak Mul ini bukan orang yang gabung ke mygas dari awal. gw inget banget, pas pertama kali Pak Mul ngadep gw, dan gw wawancara bentar, gw bisa liat perjuangan seorang suami sekaligus ayah yang baru aja kehilangan pekerjaannya sebagai seorang supir pribadi ekspatriat (konon, dia cerita kalau sebenernya oleh bos-nya yang dulu dia diajak ke vietnam, tapi karena istrinya gak setuju..akhirnya dia memilih untuk tidak mengikuti ajakan boss-nya yang dipindah tugas kesana).

yang gw inget juga, pertama kali itu dia bener-bener membutuhkan pekerjaan sampai berujar "Pak, saya kerja apa aja mau deh Pak. Kuli Bangunan saya juga sanggup Pak. saya sudah menganggur satu bulan dan butuh kerja untuk kasih makan anak-istri saya Pak". Di saat pertama kali itu juga, gw dengan sangat menyesal menolaknya karena memang belum ada pekerjaan yang lowong saat itu. Tapi tutur kata yang halus, prilaku yang sopan, dan ketulusan alasan yang dia ceritain ke gw saat itulah yang selalu gw inget.

3 bulan berikutnya barulah gw panggil lagi Pak Mul, dan menawarinya pekerjaan sesuai keahliannya. Supir. :) ah…ternyata memang Pak Mul dedikasinya tinggi.

250pxdynawu340lt

====== kembali ke almarhumah anaknya….

aniway, yang pingin gw cerita adalah. betapapun setelah itu Pak Mul bercerita tentang betapa sedihnya dia kehilangan seorang anak laki-laki, betapa sedih istrinya di rumahnya yang masih shock sampai sekarang. tetap dia mengucapkan kata SYUKUR ALHAMDULILLAH!!!…amazing me!

betapa Pak Mul masih bersyukur keanehan-keanehan yang terjadi ketika dia mengurus JPS di Rumah Sakit (orang lain -katanya- bisa butuh berhari-hari bahkan berminggu-minggu, tetapi dia hanya butuh satu minggu).

atau ketika dia hendak melunasi pembayaran yang kurang, sebesar  Rp.215.000,-  beranjak dari loket  hanya  3 menit (untuk mengobrol dengan adiknya, masalah uang), lalu tiba-tiba ketika kembali ke loket dinyatakan sudah lunas????

dan yang paling membuat gw tertegun adalah, seketika itu dia kehilangan anaknya, tapi sorot mata itu tak berubah….masih seperti pertama kali Pak Mul yang gw kenal.. IKHLAS…dan penuh RASA SYUKUR……

it’s a miracle…how a man still have their gratefull sense in disaster…

dedicated to Mulyadi (gw tau dia ga akan pernah baca posting gw ini, tapi semoga kisahnya bisa jadi inspirasi hidup -minimal buat gw-)
Mulyadi

*true story*… my office, bogor. 7.26AM.

happy birthday

February 20th, 2007 by ckaldera

i’m 26!..

hihi…serasa ga percaya ya.. umur dah kurang satu lagih.



alhamdulillah….dah mencapai taraf ini.

alhamdulillah….dah dikasih peluang2 dan kesempatan.



astaghfirullah…jadi malu, perasaan dulu pas kuliah. pinginnnya umur segini dah

nikah, ini…..status jomblo pulak.. :D *ada yang mo taaruf ga?..hehehe*

astaghfirullah…kok masih jadi orang males sih di??

astaghfirullah…kamu tu yaaa. banyak banget dosanya?? kapan mo tobat?



<insya allah…amiinn…doakan saya..semoga saya…menjadi orang yang lebih baik..>







this is my fave sms for today :

Ya Allah, perkayalah saudaraku ini dengan ilmu, hiasi hatinya dengan sifat zuhud dan tawadhu, muliakan wajahnya dengan ketakwaan, perindahlah fisiknya dengan kesehatan, terimalah amal ibadahnya agar ia senantiasa merasakan kenikmatan dalam beribadah sertaa tidak kufur dengan nikmatMu. Happy Birthday Di.

and buat kamu… kok ga ada kabarnya sih? not even a greet this year? miss you….

ini bukan buat kamu….

February 19th, 2007 by ckaldera

pakuan home,  2.05am.

me…my laptop…alone in the room… :)

dingin euyy..ga kerasa barusan nyetel ac jadi 25 celcius..
malem ini dimulai dengan e-mailing urusan kerjaan and stuff.
puff… nasibb… pengangguran tak guna kayak gini emang klo kerja ga ada jam-nya, jujur aja.. kadang menyenangkan…kadang tidak.

aniway..
entah kenapa, beberapa terakhir ini aku teringat padamu. :)
kamu baca ga posting yang sebelum ini? *humm*, semakin mengingatkanku!…entahlah.

naik turun? ya…memang betul..
bodoh? maybe i am..
tak teguh pendirian? mungkin..

tadi sempet ngobrol ma bang ade malah, ternyatasi abang berhasil memenangkan hati orangtuanya yuri ya? :) syukron bang ade….

mbuh ah…lagi ga jelas aja.. (kayak biasanya jelas aja)

Suka, Sayang dan Cinta

February 19th, 2007 by ckaldera

Saat kau MENYUKAI seseorang,kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.

Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagiadan bukan untuk dirimu sendiri.

Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya.

Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"

Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"

Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya…

SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis."

SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.

CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di pundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama."

SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Ia sangat cantik dan menawan."

SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.

CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,
"Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."

Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.

Pada saat orang yang kau SAYANG  menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.

Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata,"Tak apa dia hanya tak tahu apa yang dia lakukan."

Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.

Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.

Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…

SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.

SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.

CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimanapun keadaannya.

SUKA adalah hal yang menuntut.
SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela, bagai sang surya menyinari dunia.